Makassar, Info-Netizen.Com — Ratusan ekor sapi masih terlihat berkeliaran di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Makassar. Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah sapi-sapi itu ditemukan mencari makan di sekitar tumpukan sampah.
Pantauan pada Rabu sore, 2 September 2026, menunjukkan sejumlah sapi berkeliaran di area TPA, terutama di sekitar kawasan Bintang Lima. Hewan ternak tersebut tampak memanfaatkan tumpukan sampah sebagai sumber makanan.
Padahal, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebelumnya telah menyiapkan kandang di dalam kawasan TPA. Kandang yang terbuat dari besi hollow itu disiapkan sebagai upaya agar sapi tidak lagi bebas berkeliaran di area pembuangan sampah.
Di dalam kandang juga telah disediakan sampah organik sebagai alternatif pakan bagi sapi. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah sapi mengonsumsi sampah plastik maupun meminum air lindi yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan belum seluruh sapi ditempatkan di dalam kandang. Sebagian besar masih terlihat bebas berkeliaran di sekitar area TPA.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang hadir meninjau langsung kondisi tersebut mengaku menemukan ketidaksesuaian antara rencana penanganan dan kenyataan di lapangan.
“Lebih banyak sapinya ini di luar (kandang) daripada di dalam,” kata Munafri saat meninjau TPA Tamangapa.
Menurut Munafri, kondisi tersebut tidak sesuai dengan harapan pemerintah dalam menata keberadaan ternak di kawasan TPA. Ia pun menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja DLH yang bertanggung jawab menangani persoalan tersebut.
“Tidak ada yang beres,” ujar Munafri.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar upaya penataan sapi di kawasan TPA tidak berhenti sebatas penyediaan kandang, tetapi juga memastikan pengelolaan dan pengawasan berjalan efektif.
Keberadaan sapi yang masih bebas berkeliaran di area tumpukan sampah juga menjadi persoalan tersendiri, mengingat risiko sapi mengonsumsi sampah anorganik, khususnya plastik, serta terpapar air lindi.
Pemerintah Kota Makassar diharapkan segera mengambil langkah konkret agar penanganan persoalan tersebut dapat berjalan sesuai tujuan, sekaligus menjaga aspek kesehatan hewan, kebersihan lingkungan, dan pengelolaan TPA Tamangapa.
(*)


