Info Netizen.Com | Jeneponto – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berdampak pada aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto mengambil langkah pembelajaran daring bagi sekolah yang dinilai membutuhkan kebijakan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, SE., MM., menjelaskan bahwa sejumlah sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran daring telah melalui proses evaluasi.
“Alamsyah menjelaskan sejumlah sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran daring telah dievaluasi, mengingat jarak rumah peserta didik ke sekolah cukup jauh,” demikian keterangan yang disampaikan dalam pemberitaan Harian Rakyat Sulsel, Senin (14/9/2026).
Menurut Alamsyah, kebijakan tersebut tidak diberlakukan secara seragam kepada seluruh sekolah. Sekolah dengan jarak tempat tinggal peserta didik yang relatif dekat masih memungkinkan melaksanakan pembelajaran dengan berjalan kaki.
“Kalau sekolah lain kami juga akan evaluasi. Hasil pemantauan kami, satuan pendidikan yang lain itu jarak rumah peserta didiknya cukup dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki,” ujarnya.
Alamsyah menegaskan, pihaknya tetap berharap kondisi kelangkaan BBM segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
“Kita juga tentunya berharap kondisi seperti ini bisa segera pulih,” kata Alamsyah.
Berdasarkan informasi dalam pemberitaan tersebut, pembelajaran secara daring dijadwalkan berlangsung pada 15–19 September 2026. Kebijakan ini menjadi langkah sementara untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Pendidikan Tetap Jalan, Murid Tetap Belajar.


